Indonesia Tahan Imbang Arab

Kuala Lumpur – Indonesia mengakhiri pertandingan ujicoba melawan Arab Saudi dengan hasil imbang. Kendati terus mendapatkan tekanan, ‘Skuad Garuda’ pulang dengan membawa hasil 0-0.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Shah Alam, Kuala Lumpur, Jumat (7/10/2011), pelatih Wim Rijsbergen menurunkan beberapa nama baru, di antaranya adalah kiper I Made Wirawan dan penyerang Ferdinand Sinaga. Keduanya tampil relatif bagus.

I Made layak mendapatkan acungan jempol karena beberapa kali berhasil menyelamatkan gawangnya dari serbuan pemain-pemain Arab Saudi. Ferdinand sendiri menunjukkan kecepatannya ketika dipasang sebagai penyerang kanan dalam formasi 4-3-3.

Arab Saudi sendiri tampil menekan hampir sepanjang laga. Namun, tidak berpolanya operan mereka ketika sudah memasuki area pertahanan Indonesia juga menjadi salah satu faktor kegagalan.

Jalannya Pertandingan

Indonesia langsung mendapatkan tekanan selepas pertandingan dimulai. Dua kali kiper I Made Wirawan menyelamatkan gawang ‘Tim Merah-Putih’ dari serbuan pemain-pemain Arab Saudi di awal-awal pertandingan.

Kendati demikian, Indonesia tak melulu diam diserang. Beberapa kali skuad arahan Wim Rijsbergen ini melakukan tekanan. Sebuah usaha M. Ilham di menit 14 belum menemui hasil, setelah sepakannya melambung.

Arab Saudi kembali mendapatkan beberapa peluang untuk mencetak gol. Namun, I Made Wirawan menunjukkan kebolehan dengan beberapa kali memotong umpan silang dan menepis sepakan pemain Arab.

Menjelang akhir babak pertama, Ferdinand Sinaga melepaskan sebuah sepakan dari sisi kanan, namun sepakannya masih bisa diblok. Bola muntah kemudian disambar oleh M. Ilham, namun sepakannya masih melambung.

Pertandingan di babak kedua masih berjalan relatif sama. Arab melakukan beberapa pergantian pemain, sementara Indonesia memasukkan Yongki Aribowo, Zulham Malik, Purwaka Yudi, dan Firman Utina untuk menggantikan Cristian Gonzales, Ferdinand, Hamka Hamzah, dan Ahmad Bustomi.

Pada menit 66, sebuah umpan silang dari sisi kanan pertahanan Indonesia kembali berhasil diselamatkan oleh I Made. Dalam kelanjutannya, bola pun diterima oleh Ferdinand yang berlari dari sisi kanan. Ia sukses melewati beberapa bek lawan, sebelum mengirimkan operan ke kotak penalti. Sial bagi Ferdinand, tak ada satu pun pemain Indonesia di sana.

Di menit 78, Irfan Bachdim sempat mencuri bola dari pertahanan Arab. Ia melepaskan tendangan ke arah gawang, namun bola berhasil disapu para bek sebelum melewati garis gawang.

Pada sisa 10 menit pertandingan, Arab terus melancarkan tekanan ke pertahanan Indonesia. Namun, beberapa sepakan mereka mentah di tangan I Made dan tiang gawang.

Pertandingan akhirnya berakhir tanpa gol. Bagi Indonesia, ini adalah persiapan terakhir jelang laga fase grup kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Qatar pekan depan.

Susunan Pemain
Indonesia: I Made Wirawan; Zulkifly Syukur, M. Roby, Hamka Hamzah (Purwaka Yudi 76), Wahyu Wijiastanto; Ahmad Bustomi (Firman Utina 88), Supardi, M. Ilham; Irfan Bachdim, Ferdinand Sinaga (Zulham Malik 70), Cristian Gonzales (Yongki Aribowo 70).

Arab Saudi: Ali Waleed; Abdulrazaq Hawsawi, Aldossary Abdulla Mohammed, Osama Alharbi, Hassan Muath Fallatah; Mohammednoor Hawsawi, Mohammed Bandar Al Shoub, Saud Ali Khariri, Ahmed Mohammed Alfraidi, Abdulaziz Saeed Adawsari; Yasser Al Qahtani

referensi : Detiksport.com

Leave a Comment

Badan Anggaran Sandera Negeri Ini

J AKARTA, KOMPAS.com — Indo nesia Corruption Watch menilai rencana penghentian pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2012 merupakan bentuk arogansi kewenangan dari Badan Anggaran DPR.

Mereka hendak menyandera seluruh negeri ini.

 

Koordinator ICW Danang Widoyoko mengatakan, langkah Badan Anggaran itu tidak tepat karena akan merugikan rakyat secara luas.

“Kan, intinya, kalau Komisi Pemberantasan Korupsi mau memeriksa mereka, lalu ancamannnya adalah APBN tidak akan dibahas. Artinya semua program pemerintah akan terlambat. Ini, kan, artinya mereka hendak menyandera seluruh negeri ini cuma karena agar mereka tidak deperiksa KPK,” ujar Danang kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (30/9/2011).

Lebih lanjut, Danang menilai langkah KPK memeriksa Badan Anggaran sudah tepat. Menurut dia, apabila Badan Anggaran melakukan ancaman-ancaman, seperti memboikot RAPBN, hal itu justru semakin menandakan ada masalah besar dalam internal Badan Anggaran.

“Kalau sampai pimpinannya seperti itu, berarti masalahnya besar sekali di sana. Jadi, menurut saya, KPK harus jalan terus dan harus memeriksa siapa pun di dalam Badan Anggaran itu,” kata dia.

Ditambahkan Danang, KPK juga harus tetap melakukan investigasi mendalam mengenai dugaan adanya permainan dalam Badan Anggaran. Bahkan, jika perlu, KPK dapat bekerja sama dengan PPATK untuk menelisik aliran-aliran dana anggota Badan Anggaran.

“Saya tidak tahu apakah satu orang atau lainnya. Akan tetapi, itu penting jika KPK dapat bekerja sama dengan PPATK untuk mengetahui aliran dana seluruh anggota Badan Anggaran, termasuk pimpinannya, apakah ada transaksi mencurigakan yang melibatkan anggota Badan Anggaran,” kata Danang.

Pembahasan dilanjutkan

Badan Anggaran telah kembali membahas rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012, Kamis (29/9/2011). Pembahasan itu sempat terancam ditunda setelah empat pimpinan Badan Anggaran tidak puas karena diperiksa di KPK.

Wakil Ketua Badan Anggaran Tamsil Linrung memperkirakan masa reses anggota dan pimpinan Badan Anggaran akan mundur dari jadwal untuk membahas RAPBN 2012. Masa reses DPR akan dimulai pada 25 Oktober 2011.

KPK memeriksa pimpinan Banggar terkait sejumlah kasus korupsi yang menguak dugaan adanya aliran dana ke Badan Anggaran untuk mengamankan alokasi dana proyek. Kasus dugaan korupsi itu antara lain pembangunan wisma atlet SEA Games 2011 dan dugaan suap di Kemnakertrans.

 

Refrensi : Kompas.com

 

Tags: , ,

Leave a Comment

Meski Produk Lokal Manchester, Welbeck Tetap Pede

Bola.net – Walau dirinya berstatus sebagai pemain lokal Manchester United (MU), namun Danny Welbeck mengakui kalau dirinya siap bersaing di lini depan Setan Merah tersebut.

Dari beberapa striker kelas dunia yang dimiliki MU macam Wayne Rooney, Dimitar Berbatov, Michael Owen, dan Javier Hernandez. Hanya striker yang akan menginjak usia 21 tahun itulah satu-satunya pemain asli kelahiran Manchester, tepatnya daerah Longsight.

Selain kebijakan Sir Alex Ferguson yang beberapa kali mengutamakan produk lokal, dua gol yang disumbangkannya ke gawang Basel di Liga Champions lalu membuat Welbeck merasa yakin ia akan selalu mendapat tempat utama.

“Manajer menunjukkan berkali-kali kalau ia akan memberi kesempatan kepada pemain lokal,” kata Welbeck.

“Saya tak tahu apakah itu sulit bagi pemain lokal untuk membuktikannya. Saya hanya fokus pada diri saya jika kesempatan itu datang. Saya harap saya bisa.”

Musim lalu, menumpuknya stok penyerang di The Red Devils membuat ia dipinjamkan ke Sunderland. Merasa dirinya sudah dewasa, Welbeck mengaku sadar kalau ia akan menyikapi semua persaingan yang harus ia hadapi. Walaupun hanyalah pemain lokal.

“Saya pikir saya orang yang lebih baik dari musim lalu. Sebab, selain saya dipinjamkan ke Sunderland dan mendapatkan waktu turun beberapa menit di Liga Premier, secara alamiah saya tumbuh,” lanjutnya.

“Saya masih 20 tahun dan dalam beberapa bulan lagi saya akan menjadi 21. Jadi, saya secara alami akan tumbuh menjadi seorang pria dewasa,” tutup pemain dengan nama lengkap Daniel Nii Tackie Mensah Welbeck itu.

referensi : Bola.net

 

Tags: ,

Leave a Comment

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Comments (1)